"Jamur"di Bandung

Bandung adalah sebuah kota metropolitan terbesar di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Bandung yang dikenal dengan sebutan Paris van Java menjadi ikon yang dikenal berbagai kalangan baik lokal atau internasional. Kini Bandung terus menggeliat mengikuti perkembangan jaman baik secara teknologi ataupun tatanan kota yang semakin kesini semakin maju dan tertata dengan baik,  akan tetapi jika dilihat dari sudut pandang pembangunan dengan konsep yang sebagian besar berkonsep 'mega city' kini Bandung dipadati dengan bangunan gedung yang tinggi dan menjulang. Pembangunan hotel serta apartemen berbasis kondotel kian manjamur di kota yang berjuluk 'kota kembang' sekarang ini, baik bagian Bandung utara, tengah, selatan dan bahkan bagian timur Bandung.

Pembangunan hotel ataupun apartemen serta komplek perumahan berbasis megapolitan terus memenuhi daerah yang dulunya adalah daerah pertanian ataupun perkebunan. Kini sawah ataupun perkebunan sudah banyak mengalami pergeseran yang signifikan,sawah dan perkebunan berubah fungsi menjadi bangunan - bangunan komersil. Dalam lirik lagu "Bandung.. Dilingkung gunung, heurin ku tang tung.."dahulu Bandung yang terkenal dikelilingi oleh pegunungan dan pepohonan yang rindang kini sudah banyak berubah,ehmm..gunungnya sekarang sih masih ada entah berapa lama lagi gunung - gunung di Bandung akan tetap eksis, pepohonan yang dulu meneduhi jalan - jalan di Bandung,kini sudah mulai habis, tidak ada lagi ruang hijau untuk menghasilkan udara yang sejuk dan segar, semua ini dikarenakan adanya pelebaran jalan dan pembangunan kota.


                            Wajah Bandung dahulu


                                         Wajah Bandung sekarang

Bagi sebagian kepentingan mungkin pembangunan hotel, apartemen atau perumahana menjadi keuntungan tersendiri yang akan mereka dapatkan, tetapi apakah mereka hanya melihat dari segi keuntungan semata? tanpa memperdulikan keasrian lingkungannya?. Sekarang sepertinya terlihat lahan kosong sedikit saja itu menjadi peluang emas bagi mereka sebagai investasi yang tidak akan berkurang nilainya. Memang dengan hadirnya hotel, apartemen dan perumahan turut membantu perekonomian daerahnya, membantu menciptakan lapangan kerja baru sehingga akan mengurangi jumlah pengangguran khususnya di kota Bandung.  Hanya saja apakah tidak sebaiknya sebelum dilakukan pembangunan pihak pemerintah mengkaji ulang dengan seksama, cermat dan teliti semua dokumen serta keabsahan usulan pembangunan itu, dari mulai surat - surat perijinan bahkan sampai status perusahaan jika perlu atau perlu diadakan fisibility studi tersendiri dari pihak pemerintah bukan berdasarkan hasil dari perusahaan yang mengajukan proposal pembangunan, sehingga dengan adanya pembangunan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bukan memberikan dampak negatif dikemudian hari.

Sekarang sebagai salah satu orang Bandung yang lahir dan besar di Bandung malas untuk bepergian di siang hari, kini kota Bandung sudah banyak dipadati kendaraan ditambah dengan sinar matahari yang menyengat dan macet tidak seperti dulu, jadi sepertinya lebih baik keluar pada saat sebelum terbit fajar atau menjelang malam untuk menghindari macet dan panas, tapi mau kemana jam segitu toko atau pun fasilitas komersil belum ada yang buka bahkan mungkin sudah tutup.

Kasihan Bandung sekarang kian panas dan kian gersang,...
Bandung oh Bandung..berharap yang berubah hanyalah kotanya, tetapi untuk kearifan lokal serta budaya tidak akan berubah.

Bandung-Juara



Komentar